[11:29, 02/10/2026] +62 812-8023-1056: Memahami Batas Pergaulan Laki-Laki dan Perempuan
Oleh:
Ustadz Iwan Setiawan, Lc., M.E.
(Biro Kepatuhan Syariah IZI)
Kehidupan sosial, pendidikan, pekerjaan, perdagangan, pelayanan masyarakat, dan berbagai kebutuhan lainnya tidak lepas dari adanya interaksi antara laki-laki dan perempuan. Oleh sebab itu, Islam sebagai agama yang sempurna memberikan batasan-batasan agar interaksi tersebut tidak berubah menjadi sarana yang merusak kehormatan, menumbuhkan syahwat, atau mengantarkan kepada perbuatan yang dilarang.
Imam Abu Hamid Al-Ghazali membahas persoalan tersebut dalam Ihya' 'Ulumuddin. Prinsip-prinsip pergaulan dapat ditemukan dalam pembahasan tentang pernikahan, pengendalian syahwat, pendidikan akhlak, adab kehidupan sosial, serta amar makruf nahi mungkar. Dari berbagai pembahasan tersebut dapat dipahami bahwa batas pergaulan tidak hanya ditentukan oleh bentuk interaksi lahiriah, tetapi juga oleh pandangan mata, keadaan hati, tujuan interaksi, dan akibat yang mungkin ditimbulkannya.
1. Menjaga Pandangan
Batas pertama dalam pergaulan adalah pandangan. Al-Ghazali menempatkan pengendalian pandangan sebagai bagian penting dalam menjaga seseorang dari berkembangnya syahwat. Pandangan bukan sekadar aktivitas mata, tetapi dapat menjadi awal munculnya ketertarikan yang kemudian memengaruhi pikiran dan hati. Dalam Kitab Kasr As-Syahwatayn (mengendalikan dua syahwat), Al-Ghazali menjelaskan:
ومهما لم يحفظ عينه لم يحفظ عليه فكره ويتفرق عليه همه، وربما وقع في بلية لا يطيقها... ومن لم يقدر على غض بصره لم يقدر على حفظ فرجه
“Apabila seseorang tidak mampu menjaga matanya, ia juga tidak akan mampu menjaga pikirannya. Pikirannya menjadi tidak terkendali dan ia dapat terjatuh ke dalam perkara yang tidak sanggup ia hadapi. Barang siapa tidak mampu menundukkan pandangannya, ia tidak akan mampu menjaga kehormatannya.”
Menjaga pandangan merupakan langkah preventif dalam pergaulan. Menjaga pandangan bukan berarti harus menghindari seluruh interaksi dengan lawan jenis, namun yang dijaga adalah cara memandang, tujuan memandang, dan dampak pandangan tersebut terhadap hati.
2. Mengendalikan Syahwat dan Menjaga Hati
Pergaulan laki-laki dan perempuan tidak hanya berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh anggota badan yang tampak lahir, namun juga kondisi batin. Syahwat merupakan bagian dari fitrah manusia. Karena itu, yang dituntut bukan menghilangkan syahwat secara mutlak, melainkan mengarahkannya dan mengendalikannya. Dalam Kitab Riyadhatun Nafs (melatih jiwa) Al-Ghazali menjelaskan:
وليس المطلوب إماطة ذلك بالكلية بل المطلوب ردها إلى الاعتدال الذي هو وسط بين الإفراط والتفريط
“Yang dituntut bukanlah menghilangkan syahwat itu secara keseluruhan, tetapi mengembalikannya kepada keadaan seimbang yang berada di antara berlebihan dan kekurangan.”
Islam tidak menganggap keberadaan ketertarikan antara laki-laki dan perempuan sebagai sesuatu yang tercela dengan sendirinya. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika dorongan tersebut tidak dikendalikan sehingga seseorang mulai mencari-cari kesempatan untuk menikmati kedekatan, pandangan, percakapan, atau perhatian dari lawan jenis.
Dengan demikian, batas pergaulan tidak cukup ditentukan dengan pertanyaan, “Apakah aktivitas ini secara lahiriah boleh?” Tetapi perlu ditambahkan dengan pertanyaan lanjutan, “Apa yang terjadi pada hati saya ketika melakukannya?”
3. Interaksi Laki-Laki dan Perempuan Harus Memiliki Adab dan Tujuan yang Benar
Dalam Kitab Adab Al-Ma'isyah wa Akhlaq An-Nubuwwah (Adab Kehidupan dan Budi Pekerti Nabi), Al-Ghazali mengumpulkan berbagai adab kehidupan Rasulullah. Ia menegaskan hubungan erat antara keadaan batin dan perilaku lahiriah:
فإن آداب الظواهر عنوان آداب البواطن، وحركات الجوارح ثمرات الخواطر، والأعمال نتيجة الأخلاق والآداب
"Sesungguhnya adab lahiriah merupakan gambaran dari adab batiniah. Gerakan anggota…
[13:26, 02/10/2026] Haji Sumardio Asmaul Husna: Turut berduka cita ya pak Sumardio.semoga almarhumah diampuni dosa2nya.
Mhn maaf terlambat buka hp.nya
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bapak/Ibu,
Terima kasih kami sampaikan atas perhatian dan doa yg tulus ikhlas utk almh Ibunda kami tercinta
semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak/Ibu dengan pahala yang berlipat ganda
Aamiin ...🤲🤲
