masjidasmaulhusna18@gmail.com
Jalan Raya Kelapa 2 No 30 Tangerang Banten

Selamat Datang di Masjid Raya Asmaul Husna Gading Serpong Menjadi pusat pembinaan dan pengembangan keimanan, Kelilmuan dan Kesalehan menuju terwujudnya kemakmuran masjid penuh dengan kedamaian

logo-1 - Salin
Keutamaan Hari Jum’ah

Khutbah Jum’ah, Masjid Nurul Huda Kelapa Dua Tangerang

Keutamaan Hari Jum’ah


الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَزْمَانَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ، وَفَضَّلَ بَعْضَ الشُّهُوْرِ عَلَى بَعْضٍ بِالْحِكَمِ وَالْبَرَكَاتِ,

. وَأَشْهَدُ أنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ،  فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ 

 

 

Maasyiral muslimin Rahimakumullah..

Di antara hari-hari yang Allah anugerahkan kepada manusia, terdapat satu hari yang memiliki kedudukan sangat istimewa, yaitu hari Jumat. Hari yang penuh keberkahan, hari yang dipenuhi rahmat, dan hari yang menjadi kesempatan besar bagi setiap Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة

‘Hari terbaik yang terbit matahari padanya adalah hari Jumat.

فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها

Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu dia dikeluarkan darinya.’”

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mengatakan bahwa hadis ini menunjukkan bahwa hari Jumat memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh hari-hari lainnya. Pada hari inilah terjadi peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah kehidupan manusia.

 

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah..

Hari Jumat juga disebut sayyidul ayyam, yaitu penghulu segala hari. Hal ini karena banyak keistimewaan dan peristiwa yang Allah takdirkan pada hari Jumat. Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Sa’ad bin ‘Ubadah:

 

   سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fitri.

 وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ

Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat.

وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ

Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali shilaturrahim.

وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ  

Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”.  

 

Lebih jauh, Al-Qadhi ‘Iyadh menjelaskan bahwa penyebutan berbagai peristiwa agung yang terjadi pada hari Jumat seperti diciptakannya Nabi Adam ‘alaihis salam dan keluarnya dari surga, bukanlah semata-mata untuk menunjukkan keutamaan peristiwa itu sendiri. Akan tetapi, Allah menampakkan peristiwa-peristiwa besar tersebut pada hari Jumat agar manusia menyadari betapa agungnya hari itu sebagai momentum perenungan, introspeksi, dan persiapan diri.

Dari penjelasan ini, kita memahami bahwa kemuliaan hari Jumat tidak cukup hanya untuk diketahui, apalagi sekadar diperingati. Kemuliaan itu harus dihidupkan melalui amal dan ketakwaan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Selain keutamaan yang telah banyak diketahui, para ulama juga menyebutkan beberapa keistimewaan hari Jumat yang jarang diperhatikan oleh kaum Muslimin

Dalam kitab Nur al-Lum‘ah fi Khashaish al-Jumu‘ah, Imam Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan berbagai keutamaan hari Jumat yang sangat berharga untuk diamalkan.

Pertama, keutamaan shalat Subuh berjamaah pada hari Jumat.

Shalat Subuh berjamaah memang memiliki kedudukan yang agung pada setiap hari. Namun pelaksanaannya pada pagi hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar:

أَنَّهُ فَقَدَ حُمْرَانَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ

“Bahwasanya suatu kali Abdullah bin Umar tidak menjumpai Humran saat shalat Subuh berjamaah pada hari Jumat

فَلَمَّا جَاءَ قَالَ : مَا شَغَلَكَ عَنْ هَذِهِ الصَّلَاةِ

Ketika Humran datang, beliau berkata: ‘Apa yang melalaikan engkau sehingga meninggalkan shalat ini?

أَمَّا عَلِمْتَ أَنَّ أَوْجَهَ الصَّلَاةِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى غَدَاةُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ.

Tidakkah engkau mengetahui bahwa shalat yang memiliki kedudukan paling tinggi di sisi Allah adalah shalat Subuh berjamaah pada pagi hari Jumat bersama kaum Muslimin.’”

Karena itu, jangan sampai kita bersemangat menghadiri shalat Jumat tetapi lalai dari shalat Subuh berjamaah yang mengawali kemuliaan hari tersebut.

Kemuliaan hari jum’ah yang Kedua,  mempererat silaturahmi pada hari Jumat. Hari Jumat bukan hanya hari ibadah individual, tetapi juga hari memperkuat hubungan sosial dan ukhuwah Islamiyah.

 

 

Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ لِطَلَبِ دُنْيَا وَلَكِنْ لِعِيَادَةِ مَرِيْضٍ وَحُضُوْرِ جَنَازَةٍ وَزِيَارَةِ أَخٍ فِي اللهِ

Artinya: “Maksud ayat tersebut bukanlah untuk mencari urusan duniawi, tetapi untuk menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, dan mengunjungi saudara karena Allah.” (HR. Ibnu Jarir)

Betapa indahnya apabila hari Jumat kita isi bukan hanya dengan ibadah kepada Allah, tetapi juga dengan menebarkan kasih sayang kepada sesama Muslim; menjenguk yang sakit, menyambung silaturahmi yang terputus, serta memperkuat persaudaraan karena Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Kemuliaan hari Jum’ah yang ketiga Adalah : seseorang akan terlepas dari pertanyaan Alam kubur Ketika seseorang tersebut meninggal dunia di hari Jum’ah

   مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ  

 

Artinya: “Tidak ada seorang Muslim yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah melindunginya dari fitnah kubur.”  

Dari sini kita bisa melihat bahwa hari Jumat bukan hanya hari ibadah mingguan, tetapi juga hari yang penuh keutamaan, ampunan, dan keberkahan bagi umat Islam.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Masih banyak lagi hadist – hadist yang menerangkan tentang keutamaan di hari Jum’ah

Marilah kita memuliakan hari Jumat dengan memperbanyak ibadah, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, membaca Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, dan menghadiri shalat Jumat dengan hati yang khusyuk.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mampu memanfaatkan kemuliaan hari Jumat untuk meraih ridha, rahmat, dan ampunan-Nya.