Khutbah Jum’ah, Masjid Nurul Huda Kelapa Dua
Tangerang
Keutamaan
Hari Jum’ah
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ
جَعَلَ الْأَزْمَانَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ، وَفَضَّلَ بَعْضَ الشُّهُوْرِ عَلَى
بَعْضٍ بِالْحِكَمِ وَالْبَرَكَاتِ,
. وَأَشْهَدُ أنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ،
الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا
مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ
اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ
بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ
فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا
فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Maasyiral
muslimin Rahimakumullah..
Di
antara hari-hari yang Allah anugerahkan kepada manusia, terdapat satu hari yang
memiliki kedudukan sangat istimewa, yaitu hari Jumat. Hari yang penuh
keberkahan, hari yang dipenuhi rahmat, dan hari yang menjadi kesempatan besar
bagi setiap Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa
Ta‘ala.
Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda:
خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة
‘Hari terbaik yang
terbit matahari padanya adalah hari Jumat.
فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها
Pada hari
itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari
itu dia dikeluarkan darinya.’”
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mengatakan bahwa hadis ini menunjukkan bahwa hari Jumat memiliki keutamaan
yang tidak dimiliki oleh hari-hari lainnya. Pada hari inilah terjadi
peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah kehidupan manusia.
Maasyiral
Muslimin Rahimakumullah..
Hari Jumat juga disebut sayyidul ayyam,
yaitu penghulu segala hari. Hal ini karena banyak keistimewaan dan peristiwa
yang Allah takdirkan pada hari Jumat. Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad
meriwayatkan hadits dari Sa’ad bin ‘Ubadah:
سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ
وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ
“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih
agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fitri.
وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ
فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ
وَفِيْهِ تُوُفِّيَ
Di dalam
Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan
mengeluarkannya dari surga ke bumi Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat.
وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ
شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ
رَحِمٍ
Di dalam
hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya
kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus
tali shilaturrahim.
وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ
وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ
مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ
Hari
kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi
Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya
kiamat saat hari Jumat”.
Lebih
jauh, Al-Qadhi ‘Iyadh menjelaskan bahwa penyebutan berbagai peristiwa agung
yang terjadi pada hari Jumat seperti diciptakannya Nabi Adam ‘alaihis salam dan
keluarnya dari surga, bukanlah semata-mata untuk menunjukkan keutamaan
peristiwa itu sendiri. Akan tetapi, Allah menampakkan peristiwa-peristiwa besar
tersebut pada hari Jumat agar manusia menyadari betapa agungnya hari itu
sebagai momentum perenungan, introspeksi, dan persiapan diri.
Dari penjelasan
ini, kita memahami bahwa kemuliaan hari Jumat tidak cukup hanya untuk
diketahui, apalagi sekadar diperingati. Kemuliaan itu harus dihidupkan melalui
amal dan ketakwaan.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Selain
keutamaan yang telah banyak diketahui, para ulama juga menyebutkan beberapa
keistimewaan hari Jumat yang jarang diperhatikan oleh kaum Muslimin
Dalam
kitab Nur al-Lum‘ah fi Khashaish al-Jumu‘ah, Imam Jalaluddin
As-Suyuthi menjelaskan berbagai keutamaan hari Jumat yang sangat berharga untuk
diamalkan.
Pertama,
keutamaan shalat Subuh berjamaah pada hari Jumat.
Shalat
Subuh berjamaah memang memiliki kedudukan yang agung pada setiap hari. Namun
pelaksanaannya pada pagi hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar:
أَنَّهُ فَقَدَ حُمْرَانَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Bahwasanya suatu kali Abdullah bin Umar tidak menjumpai
Humran saat shalat Subuh berjamaah pada hari Jumat
فَلَمَّا جَاءَ قَالَ : مَا شَغَلَكَ عَنْ هَذِهِ
الصَّلَاةِ
Ketika
Humran datang, beliau berkata: ‘Apa yang melalaikan engkau sehingga
meninggalkan shalat ini?
أَمَّا عَلِمْتَ أَنَّ أَوْجَهَ الصَّلَاةِ عِنْدَ اللهِ
تَعَالَى غَدَاةُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةِ
الْمُسْلِمِيْنَ.
Tidakkah engkau mengetahui bahwa
shalat yang memiliki kedudukan paling tinggi di sisi Allah adalah shalat Subuh
berjamaah pada pagi hari Jumat bersama kaum Muslimin.’”
Karena itu, jangan sampai kita
bersemangat menghadiri shalat Jumat tetapi lalai dari shalat Subuh berjamaah
yang mengawali kemuliaan hari tersebut.
Kemuliaan hari jum’ah yang Kedua, mempererat silaturahmi pada
hari Jumat. Hari Jumat bukan hanya hari ibadah individual, tetapi
juga hari memperkuat hubungan sosial dan ukhuwah Islamiyah.
Rasulullah
SAW bersabda:
لَيْسَ لِطَلَبِ دُنْيَا وَلَكِنْ لِعِيَادَةِ مَرِيْضٍ
وَحُضُوْرِ جَنَازَةٍ وَزِيَارَةِ أَخٍ فِي اللهِ
Artinya: “Maksud ayat tersebut
bukanlah untuk mencari urusan duniawi, tetapi untuk menjenguk orang sakit,
menghadiri jenazah, dan mengunjungi saudara karena Allah.” (HR. Ibnu Jarir)
Betapa indahnya apabila hari Jumat
kita isi bukan hanya dengan ibadah kepada Allah, tetapi juga dengan menebarkan
kasih sayang kepada sesama Muslim; menjenguk yang sakit, menyambung silaturahmi
yang terputus, serta memperkuat persaudaraan karena Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
Kemuliaan hari Jum’ah yang ketiga Adalah : seseorang akan terlepas
dari pertanyaan Alam kubur Ketika seseorang tersebut meninggal dunia di hari
Jum’ah
مَا مِنْ مُسْلِمٍ
يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ
فِتْنَةَ الْقَبْرِ
Artinya: “Tidak ada seorang Muslim
yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah melindunginya
dari fitnah kubur.”
Dari sini kita bisa melihat bahwa
hari Jumat bukan hanya hari ibadah mingguan, tetapi juga hari yang penuh
keutamaan, ampunan, dan keberkahan bagi umat Islam.
Ma’asyiral
Muslimin Rahimakumullah,
Masih banyak lagi hadist – hadist yang
menerangkan tentang keutamaan di hari Jum’ah
Marilah kita memuliakan hari Jumat
dengan memperbanyak ibadah, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, membaca Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, dan menghadiri
shalat Jumat dengan hati yang khusyuk.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala
menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mampu memanfaatkan kemuliaan hari
Jumat untuk meraih ridha, rahmat, dan ampunan-Nya.
