Ri’ayah (Pemeliharaan dan Pemberdayaan Sarana)

 

  1. SARANA DAN PRASARANA MASJID

Bangunan Masjid terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu:

Lantai 1: Gedung Serba Guna

Lantai 2: Tempat untuk Sholat

Lantai 3: Ruang belajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an

Lantai 1: Gedung Serba Guna

Lantai 2: Ruang Sholat

Lantai 3: Ruang TPA

  1. GAYA ARSITEKTUR MASJID

Secara garis besar Masjid Raya Asmaul Husna Gading Serpong memiliki beberapa keunikan yang melekat pada gaya arsitektur  yang membedakannya dengan Masjid-masjid lain di Indonesia, yang didesain oleh Bapak Ridwan Kamil (Walikota Bandung), yaitu:

  1. Dibalut dengan kalimat Asmaul Husna yang di tulis dalam bentuk kaligrafi yang indah yang menempel pada permukaan dinding luar seluruh bangunan Masjid dari lantai 1 sampai dengan lantai 3;
  2. Dihiasi dengan Gaya arsitektur yang terstruktur, simetris, dan harmonis:

Terstruktur: Menempatkan kalimat Asmaul Husna dalam bentuk kaligrafi yang indah yang menempel pada seluruh dinding luar bangunan Masjid, secara berurutan-sambung menyambung menjadi satu kesatuan yang utuh mulai dari Asma Allahu Akbar (1) sampai dengan Asma As-Shobuuru (100): 99+1. Urutan membaca seperti membaca Al-Qur’an, yaitu dari kanan ke kiri;

Simetris: Pada masing-masing bangunan  memiliki jumlah Asmaul Husna yang sama yang dipisahkan secara simetris oleh kaca pembatas menjadi dua bagian, yaitu:

Tampak Timur    : memiliki jumlah 58 sebelah kiri dan 58 sebelah kanan; samping kiri memilki jumlah 24 dan samping kanan memiliki jumlah 24.

Tampak  Selatan: memiliki jumlah 36 sebelah kiri dan 36 sebelah kanan; samping kanan memiliki jumlah 68

Tampak  Utara   : memiliki jumlah 36 sebelah kiri dan 36 sebelah kanan, samping kiri memiliki jumlah 68.

Sehingga  keseluruhan kaligrafi Asmaul Husna yang menempel pada seluruh dinding luar bangunan Masjid berjumlah 444.

Harmonis  : Diawali dengan Asma Allahu Akbar (1) dan diakhiri dengan Asma Ashobuuru (100) pada  lokasi yang sama dengan penempatan yang berdampingan di Pintu Tampak Timur.

  1. Ditandai dengan adanya menara/tugu yang dipuncaknya terdapat atribut Islam yang berada dihalaman selatan depan dekat jalan raya, sebagai pengganti kubah yang biasa digunakan oleh Masjid-masjid di Indonesia.

 

  1. PROGRAM PEMELIHARAAN, PENGEMBANGAN, DAN PEMBERDAYAAN MASJID

 

Masjis Besar Asmaul Husna secara berkala melaksanakan Program Pemeliharaan gedung dan halaman, serta taman secara rutin yang dilakukan oleh karyawan Masjid. Beberapa Program Pengembangan yang sedang dalam proses pelaksanaan saat ini adalah renovasi ruang wudhu dan toilet. Sedangkan Program Pengembangan yang akan dilaksanakan dalam jangka pendek dan menengah adalah rencana pembangunan sarana olah raga, rumah Imam, gedung TPA, dan Al-Husna Mart.

Pemberdayaan potensi bangunan milik Masjid, adalah dengan menyewakan Gedung Serba Guna- lantai satu untuk acara pernikahan, wisuda, dan acara komersial lainnya serta Kantin Al-Husna.