Posted by: admin Post Date: August 25, 2020

Al-Mu’min

(Dzat yang memberikan kemanan)

هو الذي يعزى اليه الامن والامان بافادته اسبابه وسده طرق المخاوف ولايتصور امن الا من محل الخوف ولا خوف الا عند امكان العدم والنقص والهلاك

Segala sifat aman dan tentram bernisbat dan mengalir dari Allah SWT,dengan cara Allah menciptakan sebab-sebab ketentraman itu atau dengan cara mencegah munculnya sesuatu yang menafikan kemanan dan ketentraman, Rasa aman itu tidak tergambar kecuali dalam situasi takut sementara munculnya takut di sebabkan oleh adanya kondisi yang berpotensi akan mengakibatkan kematian atau cacat dan kebinasaan

والمؤمن المطلق هو الذي لايتصور امن ,وامان الا ويكون مستفادا من جهته, وهو الله تعالي

Pemberi aman yang muthlak tidak akan tergambar juga kecuali dalam dzat yang muncul darinya aman dan tentram, dalam hal ini Allah SWT lah sang pemberi kemanan muthlaq itu

والعبد ضعيف في اصل فطرته , وهو عرضة الامراض والجوع والعطش من باطنه, وعرضة الافات المحرقة والمغرقة والجارحة والكاسرة من ظاهره ,

Seorang hamba secara fithroh adalah sarang penyakit, lapar dan dahaga yang dirasakan oleh anggota dalam tubuhnya, Dan sarang sesuatu yang dapat membahayakan seperti kebakar, tenggelam, terluka yang dirasakan oleh anggota luar tubuhnya

ولم يؤمنه من هذه المخاوف الاالذي اعد الادوية دافعة لامراضه, والاطمعة مزيلة لجوعه, والاشربة مميطة لعطشه, والاعضاء دافعة عن بدنه, والحواس منذرة بما يقرب من مهلكاته

Dan tidak ada yang bisa menjamin keamanan seseorang dari hal-hal tersebut kecuali dzat yang menjadikan aman bagi seorang hamba dengan menciptakan makanan, minuman, Obat obatan yang dapat menghilangkan lapar, haus dan penyakitnya, serta anggota tubuh yang menopang dari badan dan panca indra untuk menolak sesuatu yang dapat merusak anggota badan

ثم خوفه الاعظم من هلاك الاخرة , ولا يحصنه عنه الا كلمة التوحىد  (في الحديث القدسي) لااله الاالله حصني , فمن دخل حصني فقد امن من عذابي

Namun sesuatu yang paling menakutkan yaitu kecelakaan di hari kiamat, yang tidak ada seorang hambapun yang dapat terhindar darinya kecuali dengan kalimat tauhid sebagai pengamanya Allah SWT, berfirman didalam haidst Qudsi kalimat Tauhid adalah bentengku, barang siapa yang masuk ke dalam bentengku maka dia aman dari siksa-KU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *