Posted by: admin Post Date: August 7, 2020

Khutbah Idul Adha I

Khutbah Idul Adha I

    اَلله اَكْبَرْ (9×) اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لله كَثِيْرًا, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً  لاَاِلَهَ ِالاَّ الله وَلاَ نَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ,  مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ, لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اَلله اَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْد .

     اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى بَسَطَ لِعِبَادِهِ مَوَائِدَ اِحْسَانِهِ وَاِنْعَامِهِ , وَاَعَادَ عَلَيْنَا فِى هَذِهِ الْأَياَّمِ فَوَائِدَ بِرِّهِ وَاِكْرَامِهِ, وَخَصَّناَ بِضِيَافَةِ عِيْدِ السُّرُوْرِ عَلَى تَعَاقُبِ الأَيَّامِ. اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى جَزِيْلِ إِفْضَالِهِ وَإِمْدَادِهِ, وَاَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ وُجُوْدِهِ وَحُسْنِ وِدَادِهِ لِعِبَادِهِ, اَلَّذِيْنَ غَمَرَهُمُ الله فِى بِحَارِ الْفَضْلِ وَالْإِنْعَامِهِ.

     وَاَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ فِى مُلْكِهِ وَبِلاَدِهِ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفَ عُبَّادِهِ وَزُهَّادِهِ  سَيِّدَ الرُّسُلِ الْكِرَامِ .

     اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا  النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ, الْمُمَجَّدِ وَالرَّسُوْلِ الْعَظِيْمِ, سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ كَانُوا أُمَرَالْحَجِيْحِ لِبَلَدِ اللهِ الْحَرَامِ, وَعَلَى التَّبِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ اِلَى يَوْمِ الزِّحَامِ .

اَمَّابَعْدُ : فَيَا أَ يُّهَالنَّاسُ  إِتَّقُوااللهَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ  وَالأَمْرُ بِالتَّقْوَى وَصِيَّةُ اللهِ تَعَالَى لِلْأَوَّلِيْنَ وَالأَخِرِيْنَ  وَعَلاَمَةُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَدِثاَرَةِ الْمُتَّقِيْنَ

KHUTBAH  IEDUL  ADHA I

       Jamaah yang di Rahmati Allah…..

Sejak kemaren sore…… kita disunnahkan mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, secara terus menerus……. baik di Masjid, di Musholla, di rumah, atau di tempat-tempat lain.

      Dari seluruh penjuru bumi terdengar الله اكبرyang berarti “Allah Maha Besar”, disusul dengan Tahlil لااله الا الله (Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah), dan ditutup dengan ولله الحمد (Hanya bagi Allah segala Puja dan Puji) .

       Dengan takbir “Allaahu Akbar”… (Allah Maha Besar) kita tanamkan kenyataan tentang kebesaran Allah, sesungguhnya Allah yang Maha Besar, sedang selain Allah kecil. Adapun yang telah kita bangga-banggakan dari kekayaan harta, kebesaran pangkat dan segala kemewahan dunia, semua adalah kecil dan tidak ada artinya sama sekali dibandingkan dengan kebesaran Allah ‘azza wajalla.  Dengan demikian, tidak ada perlunya membaggakan kekayaan, karena kekayaan adalah kecil. tidak ada perlunya kita menyombongkan pangkat, karena itu adalah kecil. tidak ada perlunya memamerkan keahlian karena prestasi dan keahlian adalah kecil, Yang Maha Besar adalah Allah, pencipta alam semesta.

      Dia-lah yang berhak disembah “Laa ilaaha illallah”  tiada illah yang wajib di sembah selain Allah. Dia-lah yang mempunyai segala kelebihan sehingga Dia-lah yang patut dipuji, “Walillahil hamdu” dan hanya bagi Allah segala puja dan puji. Allah yang memberi kekayaan, Allah yang menentukan pangkat, Allah yang memberi kekuatan, Allah yang mendudukkan kamu dalam kemuliaan, Allah mengangkat derajat dan martabat, Maka Dia-lah yang berhak di puji.

 الله اكبر    3×    ولله الحمد

Jamaah yang di rahmati Allah……

Di tahun ini kita semua di berikan cobaan oleh Allah SWT, tidak hanya di Indonesia bahkan seluruh dunia pun sedang di uji oleh Allah SWT yaitu adanya Covid 19, ini menunjukkan bahwa kebesaran Allah SWT dan ini juga menunjukkan lemahnya manusia

وخلق الانسان ضعيفا

Peristiwa covid ini kita mestinya mampu mengambil hikmah dan pelajaran, didalam Al-Qur’an Allah berfirman :

26. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu[33]. Adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

Jamaah yang di rahmati Allah…

Perlu di ketahui…..

Kita hidup di dunia ini sangat sebentar sekali bahkan segitu sebentarnya Allah menyebutkan di dalam Al Qur’an menggunakan kalimat Yauman atau 1 hari, seperti halnya di tuliskan di dalam Al Qur’an surah Al Mu’minun : 111-113

112. Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

113. Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, Maka Tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”

114. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu Sesungguhnya mengetahui”

Yang jadi pertanyaan…….. berapakah 1 hari yang di maksut oleh Allah SWT, di ayat lain Allah berfirman :

 

47. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.

Itu artinya 1 hari menurut hitungan Allah 1000 tahun menurut hitungan kita, apakah ada orang yang usianya sampai 1000 tahun, ketika ayat ini di bagi bagi lagi ternyata manusia di zaman sekarang ini hidup di dunia hanya 1,5 jam hitungan Allah dan 62,5 tahun hitungan manusia

Sungguh……. kehidupan yang hanya sebentar

Meskipun kehidupan ini sebentar…. tapi ini yang akan menentukan masuk ke dalam surganya Allah atau masuk ke dalam nerakanya Allah, Naudzubillah……

الله اكبر    3×    ولله الحمد 

Jamaah yang di rahmati Allah…

      Sejarah dan kisah panjang disyari’atkannya qurban, telah Allah uraikan dalam QS. As Shaffat : 102-111

Tragedi penyembelihan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah umat manusia, hingga malaikat Jibril ketika menyaksikan ketaatan keduanya (Nabi Ibrahim & Nabi Ismail) kembali dari surga dengan  membawa seekor qibas sebagai penebus/ganti hewan yg akan disembelih, terlontar ungkapan darinya “Allahu Akbar 3x” Nabi Ibrahim menyambutnya “Laa ilaaha illahu Allahu Akbar” yang kemudian disambung oleh Nabi Ismail “Allahu Akbar Walillahil Hamdu”.

      Jamaah yang di rahmati Allah…

Qurban yang diperintahkan agama kepada kaum muslimin sekarang ini bukan lagi untuk mengorbankan anak-anak kita, cukup binatang ternak, baik kambing, sapi, unta maupun yang lain. sebab Allah tahu, kita tidak akan sanggup menjalaninya, jangankan memotong anak,

  • Memotong sebagian harta kita untuk menyembelih hewan Qurban masih terlalu banyak berfikir.
  • Memotong 2,5% harta kita untuk zakat, kita masih berat menunaikannya.
  • Memotong sedikit waktu kita untuk shalat lima waktu, masih banyak dari kita yang keberatan.
  • Menunda sebentar waktu makan kita untuk berpuasa, masih banyak yang tidak mampu melaksakannya.

Begitu banyak dosa dan pelanggaran yang kita kerjakan, yang membuat kita semakin jauh dari Allah swt.

الله اكبر    3×    ولله الحمد 

Jamaah yang di rahmati Allah…

Awal dari kisah di syariatkanya qurban di awali dari bermimpinya Nabiyullah Ibrahim a.s agar menyembelih putranya nabiyullah Ismail a.s , seperti halnya di tuliskan di dalam Al Qur’an :

102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.

Jamaah yang di rahmati Allah….

Ada pelajaran yang sangat berharga yang dapat kita ambil dari ayat tersebut yaitu di kalimat

4 tA$s% ÏMt/r’¯»tƒ ö@yèøù$# $tB ãtB÷sè? (

“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”

Dalam konteks kalimat tersebut nabiyullah Isma’il bener-bener ikhlas untuk melaksanakan apa yang sudah di perintahkan oleh Allah SWT yaitu ritual penyembelihan, dan nabiyullah Ismail tahu bahwa di sembelih itu rasanya sakit, bayang-bayang rasa sakit itu hilang ketika semuanya itu perintah dari Allah SWT , itu artinya Nabiyullah Ibrahim a.s telah berhasil mendidik putranya Nabiyullah Ismail menjadi anak yang sholeh, patuh dan taat kepada Allah SWT,

Jamaah yang di rahmati Allah…

Salah satu PR tersebesar di zaman sekarang ini adalah memberikan pendidikan dan pengarahan sabaik-baiknya kepada putra-putri kita,

hidup di zaman sekarang ini banyak sekali cobaanya, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur kembali semuanya di manjakan dengan hiburan yang tidak henti-hentinya yang membuat kita lalai kepada Allah SWT,

Salah satu cara untuk menghadapinya adalah dengan cara membentengi kita sendiri dan keluarga kita dengan sabaik-baiknya benteng, sebaik baiknya benteng yaitu Ilmu agama dan Akhlaq,

  • Ilmu agama yang akan membimbing kita untuk ke jalan Allah..
  • Ilmu akhlaq yang akan lebih banyak berfikir ketika melakukkan perbuatan – perbuatan yang tidak di larang oleh Allah SWT,

keduanya yang akan menompang dalam kehidupan kita,

dan kemuliaan Akherat

Akan tetapi.. pada kenyataanya, tidak sedikit dari orang tua yang hanya membekali kepada putra-puterinya dengan ilmu dunia, yang pada akhirnya:

  • Tidak sedikit anak yang tidak bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar
  •  Tidak sedikit anak yang tidak faham bagaimana tatacara sholat yang baik dan benar
  • Tidak sedikit anak yang tidak mempunyai akhlaq kepada orang tuanya

Yang pada akhirnya si anak tersebut akan bodoh dan terus bodoh sampai dewasa bahkan sampai tua

Penutup

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada kita untuk mendidik anak-anak kita dengan sebaik-baiknya, beliau berpesan

من رزقه الله بولده فعليه بتعليم و تاديبه

ومن علمه وادبه رزقه الله شفاعته

ومن ترك والده جاهلا كان كل ذنب عمله فعليه

Hadist tersebut menggunakan kalimat “Jaahilan” yang artinya bodoh,

Apakah anak tersebut tidak sekolah..?

Ooo sekolah, SD, SMP,SMA bahkan sampai perguruan tinggi, akan tetapi

  • anak tersebut tidak bisa membaca Al Qur’an dan tidak mengenal Allah
  • anak tersebut tidak bisa beribadah dengan baik dan benar
  • anak tersebut tidak tau akhlaq kepada orang tuanya

ini yang akan menyeret kedua orang tuanya ke dalam nerakanya Allah. NAudzubillah…

بارك الله لكم في القران الكريم, ونفعنا وايّاكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم, اقول قول هذا واستغفروه, انه هو الغفور الرحيم

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *