Posted by: admin Post Date: July 14, 2020

Khutbah Jum’ah Keutamaan Bulan DzulQo’dah

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الـْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَ اْلعِبَادَ أَيُّـهُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

وَأَنْعَمَ عَلَيْهِمْ بِمَزِيْدِ النِّعَمِ كَرَماً مِنْهُ وَفَضْلاً،

وَيُرْشِدُ لَهُمْ بِهَدْيِهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيْمًا.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلَّا الله، شَهَادَةً تُنْجِي النَّاسَ مِنْ عَذَابِهِ أَلِيْمًا

، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اْلـمُنَزَّلُ عَلَيْهِ كِتَابًا مُبِيْنًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِهِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدًا نَبِيًّا وَرَسُوْلاً

، أَزْكَى الْخَلِيْقَةِ أَخْلاَقًا، اَلْـمُنْتَخَبُ مِنْ أَصْلاَبِ إِبْرَاهِيْمَ عَفَافًا،

 وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِهَدْيِهِ وَسُنَّتِهِ اِلَى يَوْمِ يُحْشَرُ النَّاسُ جَمِيْعً

Jamaah yang dirahmati Allah….

Alhamdulillah.. hari ini kita berada di pertengahan bulan Dzul Qo’dah, Bulan Dzul Qo’dah adalah bulan yang ke 11 dari kalender Hijriyyah, Arti dari Dzul Qo’dah itu sendiri adalah “memiliki Sesuatu yang diduduki atau bisa di artikan waktu bersantai” karena kebiasaan orang Quraisy adalah bersantai atau tidak ada perjalanan ketika di bulan Dzul Qo’dah,

Salah satu kebiasaan orang Quraisy adalah berjalan keluar dari arab untuk berdagang seperti halnya di terangkan di dalam AlQur’an surah Quraisy

إِيْلٰفِ قُرَيْشٍ ﴿قريش:١

li iilaafi quraiisy

1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

إِۦلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَالصَّيْفِ ﴿قريش:٢

iilaafihim rihlatasy syitaa-i wash shoiif

2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

Akan tetapi ketika di Bulan Dzul Qo’dah semua orang Quraisy berduduk santai dan mengadakan acara untuk memamerkan apa yang telah dia punya

Di terangkan didalam salah satu kitab bahwa Masyarakat arab sangat menghormati Bulan DzulQo’dah baik di masa jahiliyah maupun di masa islam, Di zaman jahiliyah, bulan Dzul Qo’dah merupakan kesempatan untuk berdagang dan memamerkan syair-syair mereka. Mereka mengadakan pasar-pasar tertentu untuk menggelar pertunjukkan pamer syair, pamer kehormatan suku dan golongan, sambil berdagang di sekitar Mekkah, kemudian selanjutnya mereka melaksanakan ibadah haji. Bulan ini menjadi bulan aman bagi semuanya, satu sama lain tidak boleh saling mengganggu. (Khazanatul Adab, 2/272)

Jamaah Yang dirahmati Allah…….

Bulan Dzul Qo’dah juga salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah, seperti halnya di tuliskan di dalam Al Qur’an surah Attaubah :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ [التوبة : 36]

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. (QS. at Taubah: 36)

Empat Bulan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah: Bulan Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharrom, dan Bulan Rajab

Rasulullah SAW juga bersabda :

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Bukhari 3197 & Muslim 4477)

Dinamakan Asyhurul Haram karena Allah memuliakan bulan tersebut dan melarang umat islam untuk mengadakan peperangan kecuali orang-orang kafir mendzoliminya , seperti halnya di tuliskan di dalam Al Qur’an

217. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah[134].

Dari dalil tersebut dapat di ketahui bahwa mengadakan peperangan di bulan Rajab itu dosa besar

Akan tetapi sebaliknya……….

Ketika sesorang itu melakukan amalan di dalam bulan Asyhurul Haram maka Allah akan memberikan pahala khusus, seperti puasa, berdzikir dan amalan yang lainya

Jamaah yang dirahmati Allah….

Bulan DzulQo’dah juga bulan dimana baginda nabi besar Muhammad SAW melaksanakan umroh yang paling banyak dibandingkan dengan bulan yang lainya, seprti halnya dituliskan di dalam hadist yang diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa :

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعَ عُمَرٍ كُلُّهُنَّ فِي ذِي الْقَعْدَةِ إِلَّا الَّتِي مَعَ حَجَّتِهِ: عُمْرَةً مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ، أَوْ زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan umrah sebanyak empat kali, semuanya di bulan Dzul Qo’dah, kecuali umrah yang dilakukan bersama hajinya. Empat umrah itu adalah umrah Hudaibiyah di bulan Dzul Qo’dah, umrah tahun depan di bulan Dzul Qo’dah, … (HR. Bukhari 1780 & Muslim 1253)

Dari dalil tersebut dapat diketahui bahwa bulan DzulQo’dah merupakan bulan dimana Rasulullah SAW lebih banyak melaksanakan Ibadah Umrah dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainya…..

Jamaah yang dirahmati Allah….

Menurut imam Syafi’i Bulan DzulQo’dah merupakan bagian dari bulan-bulan haji, seperti halnya dituliskan didalam Al-Qur’an

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ

Waktu haji terdapat di beberapa bulan yang di tentukan

  وهي شوال وذوالقعدة وعشر ليال من ذي الحجة الي طلوع فجر يوم النحر عند الشافعي

Haji adalah salah satu Rukun Islam yang Ke-5, arti dari Haji itu sendiri menurut bahasa “Menyengaja, menuju / Berkunjung”

Sedangkan menurut istilah adalah pergi ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu, untuk melaksanakan amalan ibadah tertentu pula,

 Ibadah haji itu sendiri mempunyai sejarah yang sangat panjang, ibadah haji sudah mulai di wajibkan semenjak Nabiyullah Ibrahim a.s seperti halnya dituliskan didalam Al Qur’an :

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِ‌جَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ‌ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

 لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُ‌وا اسْمَ اللَّـهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 27-28)

Jamaah yang dirahmati Allah….

Seiring berjalanya waktu, ibadah haji di rubah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yaitu dengan menaruh berhala di depan ka’bah hingga jumlahnya ribuan, bahkan… lebih parahnya lagi..diterangkan di dalam kitab Tafsir jalalain

لان اهل الجاهلية كانوا يطوفون بهما وعليهما صنمان يمسحونهما

bahwa ada orang yang berzina kemudian dikutuk oleh Allah SWT menjadi patung kemudian dijadikan sesembahan yaitu dengan menaruh patung laki-laki di bukit Shofa dan menaruh patung perempuan di bukit Marwah dengan mengusap patung tersebut

Jamaah yang dirahmati Allah…

Penutup…

Di Bulan DzulQo’dah ini saudara-saudara kita mempersiapkan untuk melaksanakan Ibadah Haji,

Mari kita doakan saudara-saudara kita :

  • Semoga Allah mudahkan perjalanan haji saudara saudara kita
  • Semoga Allah lancarkan saudara-saudara kita untuk bisa melaksanakan semua rukun-rukun haji
  • Dan semoga Allah berikan saudara-saudara kita haji yang berkualitas yang dapat menuntun terus untuk mendekatkan diri kepada Allah yaitu haji yang Mabrur

Aaamiinn…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *