Posted by: admin Post Date: February 28, 2020

Bulan Rajab Syahrul Haram

Dan tidak terasa pula kita sudah memasuki bulan Rajab dan sebentar lagi Insyaallah kita akan memasuki Bulan suci Ramadhan

Dengan harapan……

Semoga di Bulan Rajab ini Allah memberikan keberkahan setiap aktivitas kita, setiap amalan yang kita kerjakan  dan semoga Allah memberikan umur panjang sehingga bisa bertemu dengan bulan suci Ramadhan

Seperti halnya Do’a yang kita baca setiap di bulan Rajab

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

“ Ya Allah… berikanlah keberkahan kepada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban dan panjangkanlah umur kami sampai ketemu bulan Ramadhan”

Semoga Allah memberikan usia panjang dalam KEIMANAN, KETAATAN, & KETAQWAAN sehingga kita bisa berjumpa kembali dengan bulan suci Ramadhan…….  Aamin…

Jamaah yang di rahmati Allah……            

Salah satu keistemewaan bulan Rajab adalah adanya peristiwa yang luar biasa di luar akal manusia yaitu peristiwa Isro’ dan Mi’roj.

Peristiwa dimana Allah yang telah memperjalankan hambanya dari masjidil haram ke masjidil Aqsha di lanjutkan ke sidratul Muntaha hanya dalam 1 malam.

Perlu di ketahui bahwa sebagai orang yang beriman kepada Allah wajib bagi kita untuk meyaqini peristiwa tersebut dengan seyaqin-yaqinya tanpa ada keraguan sedikitpun meskipun peristiwa tersebut di luar akal manusia.

Di dalam kitab tashilutturuqot fi Ushullil Fiqh di terangkan bahwa ada tingkatan-tingkatan kepercayaan dalam hati seseorang

  1. Yaqin  yaitu = benar – benar percaya 100% kepada berita yang telah di terima
  2. Dzhon yaitu = masih ada berita yang tidak di percaya   ( 75:25% ) 75% pecaya dan 25% tidak percaya  kepada berita yang telah di terima
  3. Syak / Rhoibun = antara berita yang di percaya dengan berita yang tidak di percaya berbanding sama  (50% 50%)
  4. Wahmun = lebih banyak tidak percayanya kepada berita yang di terimanya ( 25% 75%)
  5. Kidzbun = tidak ada kepercayaan sama sekali kepada berita yang telah di berita

Itulah tingkatan – tingkatan keprcayaan hati seseorang, peristiwa Isro’ Mi’roj yang di tuliskan di dalam Al Qur’an harus yaqin 100%  meskipun di luar akal manusia

Jamaah yang di rahmati Allah…….

Peristiwa Isro dan Mi’roj di tuliskan di dalam Al Qur’an surat Al Isro’ ayat 1 yang artinya

1. Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

Di dalam surat Al Isro’ Allah mengawali surat dengan tasbih, dengan tujuan sebagai sebuah bentuk bantahan terhadap orang-orang kafir yang tidak percaya adanya Isro’ Mi’roj berbeda dengan surat yang di awali dengan Hamdalah seperti surat Al Kahfi.

Ada sebagian ulama yang menerangkan bahwa tasbih adalah mensucikan dan mensucikan adalah membersihkan sedang pujian adalah menghiasi, membersihkan mesti di dahulukan barulah kemudian menghiasi seperti ayat  

98. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),

Dari ayat tersebut dapat di ketahu bahwa tasbih lebih di utamakan dari pada hamdalah ketika menghadapi orang-orang kafir

 Jamaah yang di rahmati Allah…….

Ada beberapa alasan kenapa Allah SWT mengadakan peristiwa Isra’ dan Mi’raj

  1. Allah ingin Mengangkat derajatnya Nabiyullah Muhammad SAW

Di dalam surat Al Insyiroh Allah SWT berfirman :

4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu[1585],

[1585] Maksudnya dari ayat tersebut adalah meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, dan menjadikan orang yang taat kepada Nabi Termasuk taat kepada Allah SWT.

Jamaah yang di rahmati Allah………

Perlu di ketahui bahwa salah satu hikmah yang bisa di petik dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah Mengagungkan dan Memuliakan Nabi besar Muhammad SAW karena di zaman sekarang ini “TIDAK SEDIKIT ORANG YANG MEMANGGIL RASULULLAH SAW DENGAN SEBUTAN LANGSUNG TANPA ADA GELAR SEDIKITPUN” padahal Allah SWT sendiri sangat memuliakan Rasulullah SAW dengan TIDAK PERNAH MENYEBUTKAN NAMA LANGSUNG MELAINKAN  MENGGUNAKAN GELAR YANG DI BERIKANYA…..

Di dalam Al Qur’an Allah memanggil nabi dan Rasul selain Rasulullah SAW dengan sebutan langsung

Jamaah yang di rahmati Allah…

  • Ingin menghibur Rasulullah SAW karena di tinggalkan oleh istri tercintanya siti Khadijah ,

Sejarah membuktikan bahwa siti Khadijah adalah salah satu wanita pertama yang masuk islam dan  sangat peduli dengan perjuangan Rasulullah SAW sampai-sampai hampir semua kekayaanya di serahkan kepada Rasulullah SAW untuk perjuangan beliau dalam menegakkan islam dan siti Khadijah adalah wanita yang pandai juga cerdas,

Salah satu kecerdasan siti Khadijah adalah ketika Rasulullah SAW bertemu pertama kali dengan malaikat Jibril, Rasulullah SAW merasa sangat ketakutan bahkan di terangkan di dalam kitab Abi Jamrah lil bukhori Wa Muslim ketika sampai di rumah seluruh tubuh Rasulullah SAW bergemataran dan meminta kepada siti Khadijah untuk di selimuti dengan ucapan

“ zammiluniiii….”

“Zammiluni………”

“ Zammiluni……..”

Ketika awal-awal malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW, Rasulullah SAW merasa takut dan gemetar sampai –sampai bertanya  kepada siti khadijah “ Wahai Istriku apakah yang saya lihat itu malaiakat atau Syaithan? Kemudian Siti khadijah membuka kerudung beliau dan bertanya kepada Rasulullah, apakah masih atau hilang yang kamu lihat..? Rasulullah SAW menjawab “ sudah hilang..” kemudian siti khadijah berkata “ itu adalah malaikat karena malaikat tidak akan mau melihat aurat Manusia…

Itulah salah satu kepandaian dari siti khadijah

Jamaah yang di rahmati Allah…….

  • Menghibur karena di tinggal oleh pamanya Abu Tholib dan dakwahnya di tolak oleh penduduk Thoif

Jamaah yang di rahmati Allah…….

Salah satu hal yang terpenting ketika menceritakan peristiwa Isro’ dan Mi’roj adalah “INSTROPEKSI DIRI KITA DALAM MELAKSANAKAN SHOLAT LIMA WAKTU”

  • Apakah sholat yang kita kerjakan setiap harinya sudah benar-benar khusyu’
  • Apakah sholat yang kita kerjakan setiap harinya sudah sesuai syarat dan rukunya
  • Apakah sholat yang kita kerjakan setiap harinya sudah sesuai dengan yang di contohkan oleh Rasulullah SAW

Karena Sholat adalah salah satu amalan yang pertama kali di hisab oleh Allah SWT

Diriwayatkan dari Al-Hasan Al Bashri, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

اول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة

Awal pertama yang di hisab besok di hari kiamat atas seorang adalah sholat

فان كان قد اتمها هون عليه الحساب

Apabila ia telah menyempurnakanya, maka Allah akan memudahkan hisabnya

وان كان قد انتقص منها شئا قال الله تعالي لملائكته

Apabila ia mempunyai sedikit kekurangan maka Allah berfirman kepada malaikatnya

هل لعبدي من تطوع فاتموا الفريضة من التطوع

“Apakah hambaku mempunyai shalat sunnah..? (bila iya) maka sempurnakanlah shalat fardlu dengan shalat Sunnah

وان تم جري جميع الاعمال علي حساب ذلك

Apabila telah sempurna, maka amal-amal perbuatan yang lain lewat dari hisabnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *