Posted by: admin Post Date: July 18, 2019

Fadhilah Dzikir setelah Sholat

Ada sesuatu dalam hidup ini yang sangat didambakan oleh setiap manusia. Ia merupakan sesuatu yang sangat berharga namun orang-orang yang berharta belum tentu dapat meraihnya. Akan tetapi orang yang miskin dapat mencapainya karena memang ia tidak di perjual-belikan.  Apa itu “KETENANGAN”. Itulah yang selalu dicari setiap insan. Kita mesti bersyukur sebagi orang islam, karena telah diberikan jalan untuk menggapai ketenangan itu. Allah berfirman:
 الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ  . الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ 
  (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.  Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (Ar-ra’du:28-29)
 Ketennagan tidak bisa dibeli dengan uang, tidak bisa dituker dengan harta, ia hanya dapat diraih dengan dzikir (mengingat Allah). Berdzikir kepada Allah memang tidak terikat dengan waktu dan keadaan seseorang, ia bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja dalam keadaan bagaimanapun.
  إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ . الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ 
 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring.” (Ali Imran:190-192)
  Akan tetapi ada saat-saat yang sangat berharga untuk berdzikir yang terlalu sayang kalau diabaikan begitu saja. Waktunya adalah setiap usai shalat 5 waktu. Dan sangat banyak keutamaan-keutamaan yang dapat diraih  dari berdzikir setelah shalat 5 waktu, diantara momentum untuk bermunajat dan berdo’a, memohon ampunan dan rahmat Allah swt.
  عن أبى أمامة رضي الله عنه قال : قِيْلَ لِرَسُوْلِ الله صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " أَيُّ الدُّعاَءِ أَسْمَعْ ؟ قاَلَ : جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ وِدُبُرَ الصَّلَوَاةِ الْمَكْتُوْباَتِ ".   (رواه الترمذى)
  Rasulullah saw ditanya oleh sahabat : “Do’a apakah yang paling diperhatikan Allah ?” Nabi saw menjawab : “Do’a pada tengah malam terakhir dan do’a setelah shalat wajib.” (HR. At Tirmidzi)

  Dibawah ini kami sertakan dalil-dalil bacaan dzikir yang sebaiknya dibaca setelah shalat lima waktu:
 عن ثوبان رضي  الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم  إِذَا إِنْصَرَفَ مِنْ صَلاَ تِهِ إِسْتِغْفَرَ ثَلاَثاً  وَقاَلَ : اَللَّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمَ وَمِنْكَ السَّلاَمَ تَبَارَكْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ   (رواه مسلم)
“Apabila Rasulullah saw, telah selesai dari shalatnya, ia mengucapkan istighfar tiga kali dan membaca : Allahumma antassalam…. (Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera dan dari-Mu kesejahteraan itu, Maha Suci EngkauTuhan Yang Maha Besar Lagi Mulia).”

  عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: مَنِ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَقَالَ: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ، غَفَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ذُنُوبَهُ، وَإِنْ كَانَ قَدْ فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ ويزيد فيه العظيم بعد صلاة الصبح والمغرب (رواه ابن السنى وابو يعلى) (إرساد العباد ص 18) 

Diriwayatkan dari al-Barra r.a. ia berkata : ”Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang beristighfar kepada Allah setiap selesai shalat sebanyak 3x akan diampuni dosanya sekalipun dosanya karena berlari dari medan perang. Untuk setelah selesai shalat subuh dan maghrib ditambahkan lafaz: al-azhim setelah lafaz astaghfirullah.”

  عن عبد الرحمن بن غنم الأشعرى مرسلا إلى النبي صلى الله عليه وسلم ، عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : ( مَنْ قَالَ قَبْلَ أَنْ يَنْصَرِفَ وَيَثْنِيَ رِجْلَهُ مِنْ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ وَالصُّبْحِ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ ، يُحْيِي وَيُمِيتُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ ، كُتِبَ لَهُ بِكُلِّ وَاحِدَةٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ ، وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ ، وَكَانَتْ حِرْزًا مِنْ كُلِّ مَكْرُوهٍ ، وَحِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ، وَلَمْ يَحِلَّ لِذَنْبٍ يُدْرِكُهُ إِلَّا الشِّرْكَ ، وَكَانَ مِنْ أَفْضَلِ النَّاسِ عَمَلًا ، إِلَّا رَجُلًا يَفْضُلُهُ ، يَقُولُ : أَفْضَلَ مِمَّا قَالَ). رواه أحمد في " المسند "

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Ghanmin al-Asy’ari r.a. bahwasanya Nabi saw bersabda : “Barangsiapa yang sebelum pindah dari tempat shalatnya dan masih dalam posisi duduk tasyahhud akhir setelah shalat maghrib dan subuh membaca laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu biyadihil khair yuhyi wayumiit wahua ‘alaa kulli syai in qadiir 10 kali akan dicatat baginya 10 kebaikan dari setiap 1 kali bacaannya dan dihapus dari dirinya 10 kesalahan dan akan diangkat dirinya 10 derajat. Bacaannya itu akan menjadi penjaga dirinya dari segala sesuatu yang tidak diinginkan dan dari setan yang terkutuk. Tidak ada suatu dosa yang tertinggal pada dirinya kecuali dosa syirik (kalau memang ada). Ia menjadi seorang yang amalnya paling utama yang tidak dapat dilampaui oleh orang lain kecuali kalau orang lain membaca lebih.”

  عن النبي صلى الله عليه وسلم ، قال : " إذا صليتَ الصُّبْحَ فَقُلْ قَبْلَ أَنْ تَكَلَّمَ أَحَداً مِنَ النَّاسِ " اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ سَبْعَ مَرَّاتٍ " فَإنَّكَ إِنْ مِتَّ مِنْ يَوْمِكَ ذَلِكَ كَتَبَ اللهُ لَكَ جَوَاراً مِنَ النَّارِ ، وإذا صليْتَ الْمَغْرِبَ فَقُلْ قَبْلَ أن تكلم أحداً من النَّاسِ اللَّهُمَّ إنىِّ أسْألُكَ الْجَنَّةَ ، اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ" سبع مرات فَإنَّكَ إِنْ مِتَّ مِن لَيْلَتِكَ كَتَبَ الله عز وجل لك جواراً مِن النَّار" . (رواه أبوداود والنسائ) (الفتح الربانى ج4 ص 56)

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Hassan al-Kinani bahwasanya Muslim bin al-Harist al-Tamimi meriwayatkan kepadanya dari bapaknya yang berkata : “Rasulullah saw berkata kepada saya : Apabila engkau selesai shalat subuh maka bacalah sebelum engkau berbicara kepada seseorang : Allahumma ajirni minannaar sebanyak tujuh kali. Apabila engkau meninggal dunia pada hari itu maka Allah tentukan engkau sebagai orang yang bebas dari sentuhan api neraka. Apabila engkau selesai shalat maghrib maka bacalah sebelum engkau berbicara kepada seseorang: Allahumma inni as alukal jannah allahumma ajirni minan naar sebanyak tujuh kali. Apabila engkau meninggal dunia pada malam itu maka tentukan engkau sebagai orang yang bebas dari sentuhan api neraka.”

   كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إِذَا أَرَادَ أنْ يَنْصَرِفُ مِنْ صَلَاتِهِ إِسْتِغْفَرَ اللهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثمَّ قَالَ  اللَّهُمَّ اَنْتَ السَّلَام وَمِنْكَ السَّلام تَبَارَكْتَ يَاذَالْجَلَالِ وَالْإِكْرَام (رواه مسلم وابو داود ...) (الفتح الربانى ج4 ص62) قِيْلَ للأوزاعئ : كَيْفَ الِاسْتِغْفَارُ ؟ قَالَ يَقُولُ : أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Diriwayatkan dari Tsauban pembantu Rasulullah saw ia berkata : “Adalah Rasulullah saw apabila selesai dari shalatnya berliau mengucapkan istighfar 3 kali kemudian membaca allahumma antas salam waminkas salam tabarakta yaa zal jalaali wal ikram. Al-Auza’i ditanyakan tentang lafalnya istighfar. Ia menjawab: Yaitu mengucapkan lafal: astaghfirullah, astaghfirullah.”

 انَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِذَا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ وَسَلَّمَ قَالَ  : لاَاِلَهَ اِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ  لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ , اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ  وَلاَمُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ  وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ ذَا الْجَدِّ . (رواه البخاري ومسلم)
 “Sesungguhnya Rasulullah saw, apabila telah selesai mengerjakan shalat dan sudah mengucapkan salam, ia membaca : 

(Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu baginya, kepunyaanya kerajaan (langit dan bumi) dan kepunyaanya segalapuji. Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tiada orang yang dapat menahan apa yang Engkau berikan dan tiada orang yang dapat memberikan apa yang Kau tahan, tiada memebri manfaat kemuliaan orang yang mulia kepadanya selain dari Engkau).” (HR. Bukhori & Muslim)
عن عبد الله بن الزبير رضي الله عنهما , اِنَّهُ كاَنَ يَقُوْلُ ذُبُرَ كُلَّ صَلاَةٍ حِيْنَ يُسَلِّمُ : لاَاِلَهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ , لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ , لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَلَا نَعْبُدُ اِلاَّ إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحُسْنَى , لاَاِلَهَ اِلاَّ الله مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ . (رواه مسلم) وقال ابن الزبير : وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلَّ صَلاَةٍ .
“Sesungguhnya setiap habis shalat sesudah salam, ia membaca : Laailaaha illallahu laasyarikalah,… (Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu baginya, kepunyaanya kerajaan (langit dan bumi) dan kepunyaanyas egala puji. Dia mahakuasa atas segala sesuatu, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (izin) Allah, Tiada Tuhan selain Allah, kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, segala nikmat dan karunia adalah milik-Nya, dan segala sebutan yang baik adalah bagi-Nya. TiadaTuhan kecuali Allah dan karena-Nya kami menjalankan agama dengan ikhlas walaupun orang-orang kafir membencinya.”
Ibnu Zubair mengatakan : Rasulullah saw, selalu membaca dzikir ini setiap habis shalat.” (HR. Muslim)
عن عقبة بن عامر الجهنى رضي الله عنه قال : أمرنى رسول الله صلّى الله عليه وسلّم أن أٌقرأ بالمعوّذات دبر كلّ صلاة . (رواه أبو داود والنساءى والترمذي و قال حديث غريب) . (الفتح الربانى ج4 ص70 ). قال الإمام النّووى فى الأذكار : فينبغى أن يقرأ قل هو الله أحد و قل أعوذ بربّ الفلق و قل أعوذ بربّ النّاس.
Di riwayatkan dari Uqbah bin Amir Al-Jubani ra, ia berkata: Rasulullah saw, memerintahkan saya untuk membaca surat-surat “Perlindungan” setiap usai shalat. Imam Nawawi menjelaskan tentang surat-surat yang dimaksud, yaitu: surat Al Ikhlas, surat Al falaq, dan suart An Nas.”
قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : إنَّ فَاتِحَةَ الْكِتاَبِ وَآية الكرسى وَشَهِدَ اللهِ ….. إِلَى الْإِسْلاَمِ . وَقُلِ اللَّهُمَّ ….. إِلَى حِسَابٍ مُعَلّقَاتٍ مَا بَيْنَهُنَّ وَ بَيْنَ اللهِ حِجَابٌ قُلْنَ يارب أتهبطنا إلى أرضك وإلى من يعصيك؟ قال الله تعالى : بى حلفت لا يقرؤ كنّ احد دبر كلّ صلاة إلا جعلت الجنّة مثواه على ما كان فيه وأسكنته حظيرة القدس ونظرت إليه بعينى المكنونة فى كلّ يوم سبعين مرّة وقضيت له كلّ يوم سبعين حاجة وأدناها المغفرة وأعزته من كلّ عدوّ وحادس ونصرته. (رواد الحرث بن عمر) . (إرشاد العباد ص19).
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya surat fatihah, ayat kursi, dan ayat syahidallah….. hingga Al-Islam dan Qulillahumma ….. (Ali Imran 26-27) hingga hisaab, bergantungan tanpa ada tabir antara ayat-ayat tersebut dengan Allah. Mereka berkata: Ya Robb… apakah engkau akan menurunkan kami ke bumi dan kepada orang-orang yang berbuat maksiat kepada-Mu? Allah menjawab: Aku bersumpah dengan nama-Ku, tidak seorang pun yang membaca engkau kecuali aku jadikan surga sebagai tempat kembalinya bagaimanapun keadaan orang tersebut, aku akan tempatkan orang tersebut di tempat yang suci, Aku akan memandangnya setiap hari, sekurang-kurangnya ampunan dari-Ku, dan aku akan menolongnya dari musuh serta setiap orang yang dengki kepadanya.”

  عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن االنّبيّ صلّى الله عليه و سلّم أَخَذَ بِيَدِهِ يَوْمًا ثُمَّ قاَلَ : يَا مُعَاذ إِنِّى لَأُحِبُّكَ, فَقَالَ مُعَاذ : بِأَبِى أَنْتَ وَ أُمِّى يَا رَسُوْلُ اللهِ وَ أَنَا أُحِبُّكَ, قَالَ : أُوْصِيْكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلُّ صَلَاةِ أَنْ تَقُوْلُ : اَللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ؟
    Di riwayatkan dari mu’adz bin jabal ra, bahwasanya Nabi saw pada suatu hari memegang tangannya dan bersabda: “Wahai mu’adz, sungguh aku mencintai engkau.” Mu’az berkata: “Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi penebus dirimu, sungguh sayapun mencintai engkau.” Rasulullah bersabda: “Aku pesan kepadamu wahai Mu’az untuk selalu membaca setiap selesai shalat: Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wahusni ‘ibaadatika.”
عن أبي غريرة رضي الله عنه, عن رسول الله صلى الله عليه وسلم  قال : مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِى دُبُرِ كُلُّ صَلاَةٍ ثَلاَثاً وَثَلاَثِيْنَ , وَحَمِدَ اللهَ ثلاثا وثلاثين , وَكَبَّرَ اللهَ ثلاثا وثلاثين . وقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ : لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ , غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَحْرِ . (رواه البخارى)
“Barangsiapa bertasbih kepada Allah pada setiap selesai shalat 33 kali, bertahmid kepada Allah 33 kali, bertakbir kepada Allah 33 kali, dan mengucapkan : …. (Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu baginya, kepunyaanya kerajaan (langit dan bumi) dan kepunyaanya segala puji. Dia maha kuasa atas segala sesuatu). Sebagai penggenap yang keseratus, sesungguhnya diampuni segala kesalahannya walaupun sebanyak buih dilautan.” (HR.Muslim)

  عن أبي ذر رضي الله عنه قال: يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ بِالْأُجُورِ أَصْحَابُ الدُّثُورِ، نُصَلِّي وَيُصَلُّونَ وَنَصُومُ وَيَصُومُونَ وَلَهُمْ فُضُولُ أَمْوَالٍ فَيَتَصَدَّقُونَ بِهَا وَلَيْسَ لَنَا مَا نَتَصَدَّقُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ((يَا أَبَا ذَرٍّ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ تَقُولُهُنَّ تَلْحَقُ مَنْ سَبَقَكَ وَلَا يُدْرِكُكَ إِلَّا مَنْ أَخَذَ بِعَمَلِكَ؟ قَالَ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: تُكَبِّرُ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَتَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَتَخْتِمُ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير (متفق عليه)

Dari Abu Dzar ra, ia berkata; “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya mengambil semua pahala. Mereka melaksanakan shalat sebagaimana kami melaksanakannya, mereka melaksanakan puasa sebagaimana kami melaksnakannya, namun mereka punya kelebihan harta yang dapat mereka sedekahkan sedangkan kami tidak.” Rasulullah bersabda: “Maukah engaku aku tunjukkan kepada bacaan-bacaan yang apabila engkai baca, engkau akan menyamai mereka. Tidak ada yang menandingi engkau kecuali orang yang melakukan sama seperti engkau.” Abu Dzar menjawab: “Tentu saya mau wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda: “Setiap selesai shalat bacalah Allahu Akbar 33x, subanallah 33x, dan Alhamdulillah 33x, kemudian engkau akhiri dengan Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahua ‘alaa kulli syain qadiir.” (Mutafaq ‘alaih)

Mengeraskan Suara Dalam Berdzikir
عن إبن عباس رضي الله عنهما :إِنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ باِ الذِّكْرِ حِيْنَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوْبَةِ كاَنَ عَلىَ عَهْدِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم . وقال إبن عباس : كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَنْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذاَ سَمِعْتُهُ (رواه مسلم)

“Sesungguhnya menyaringkan suara dengan berdzikir ketika orang sudah selesai mengerjakan shalat yang wajib adalah sudah terjadi sejak zaman Rasulullah saw.”

Ibnu Abbas menjelaskan lagi : “Aku dapat mengetahui bahwa mereka telah selesai shalat dengan demikian itu, apabila kebetulan aku mendengarnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
عن إبن عباس رضي الله عنهما قال : :كُنْتُ أَعْرَفُ إِنْقِضَاءِ صَلاَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيْرِ . (رواه البخارى ومسلم)
“Aku dapat mengetahui selesainya shalat Rasulullah saw, dengan (suara) Takbirnya.” (HR. Bukhori& Muslim)
عَنْ أَبِي ذَرٍّ، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالُوا لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم : يَا رَسُولَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ، قَالَ: أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ، وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ.
Dari sahabat Abu Dzar ra:
قُلْتُ ياَ رَسُوْلَ اللهِ كَلِّمْنِي بِعَمَلٍ يُقَرِّبُنِي مِنَ الجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ، قَالَ إِذاَ عَمَلْتَ سَيِّئَةً فَاعْمَلْ حَسَنَةً فَإِنَّهَا عَشْرَ أَمْثَالِهَا، قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنَ الْحَسَنَاتِ ، قَالَ هِيَ أَحْسَنُ الحَسَنَاتِ وَهِيَ تَمْحُوْ الذُّنُوْبَ وَالْخَطَايَا
“Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,”Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi,”Wahai Rasulullah, apakah ’laa ilaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,”Kalimat itu (laa ilaha illallah, pen) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.”
Para arif billah berkata:
أكثر من لا اله الا الله حتى تصير كلك لا اله الا الله
“Perbanyak kalimat Laa ilaaha illallah hingga tiap tarikan nafasmu dan tiap degupan jantungmu menyatu dengan kalimat ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *